Pages

Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Tamparan Habibie Buat Bangsa Indonesia


Sudah membaca buku kisah "Ainun dan Habibie" atau bahkan sudah menonton filmnya? Mungkin kebanyakan anda lebih tertarik dan tersentuh dengan kisah romantis kesetiaan sepasang suami istri, namun justru yang saya rasakan di sepanjang tulisan dalam buku dan film, adalah sebuah pertunjukan "peperangan" dari seorang anak bangsa kepada kebijakan pemerintahnya yang tidak berdaulat dan "tamparan" bagi budaya bangsanya yang tidak mandiri di atas tanah airnya sendiri.

Pada paruh tahun 80an akhir, sosok Habibie menjelma menjadi idola dan simbol sosok intelektual yang shalih. Seorang intelektual yang mumpuni diakui dunia barat, yang secara material sudah kaya karena royalti dari rancangan sayap pesawat terbang yang terus mengalir seumur hidup, dan digambarkan sebagai sosok yang taat dan rajin beribadah, bahkan tidak pernah meninggalkan puasa sunnah hari Senin dan Kamis.

Pada masanya bahkan masih sampai kini, sosok ini menjadi model bagi banyak sekolah dan lembaga pendidikan Islam, dengan jargon "mencetak cendekiawan yang berotak Jerman dan berhati Mekkah". Beberapa pihak bahkan menyebut sekolahnya sebagai lembaga yang mencetak Ulil Albab. Bisa jadi karena sedikit banyak sosok Habibie waktu masa itu dianggap pantas sebagai model Ulil Albab dalam perspektif cendekiawan.

Begitulah, "ruh intelektual" dari sosok Habibie nampaknya lebih kental dikenal dari "ruh pejuang". Makna Ulil Albab pun menyempit menjadi makna seorang cendekiawan pandai yang memiliki keshalihan personal.

Rabu, 07 November 2012

Fiqh Birokrasi Umar Bin Abdul Aziz

Gubernur Pilihan Umar bin Abdul Aziz, dari Kalangan Orang-Orang Shalih Lagi Baik

Gubernur yang dipilih oleh umar adalah gubernur yang tsiqah (kredibel), orang-orang mulia lagi baik yang terkenal dengan amanah, ilmu, kekuatan pribadi, tawadu’, kebersihan diri, ‘adalah, berakhlaq mulia, berkasih sayang kepada rakyat, bisa menjadi teladan, berkenan bermusyawarah, tulus, tidak egois, kapabel, cerdik dan bijak.

Bagaimana umar memilih gubernur? Lihatlah apa yang dikatakan pada Amr bin al-Muhajir al-Anshari, seorang di antara pengawalnya
“Demi Allah, wahai Amr, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa antara diriku dengan dirimu tidak ada hubungan kekerabatan selain hubungan Islam, akan tetapi aku mendengarmu sering membaca Al Qur’an, aku melihatmu shalat di tempat yang menurutmu tidak terlihat oleh seseorang, aku melihatmu shalat dengan baik, ambillah pedang ini dan sekarang kamu adalah kepala pengawalku”

Umar tidak suka mengangkat seseorang yang terbenam dalam kedzaliman atau bekerja bersama orang-orang yang bertindak dzalim. Jika khalifah sebelumnya menjadikan kekerabatan dan fanatisme menjadi pijakan dalam mengangkat seseorang, tidak bagi umar. Tidak juga seperti seorang Hajjaj, yang memimpin dengan kekerasan, dan menghukum hanya dengan dasar praduga.

Hal ini memberikan efek positif bagi kestabilan negeri, karena masyarakat menerima sirah para gubernur mereka dan memuji tingkah laku mereka. 

Sabtu, 27 Agustus 2011

Muhammad Al-Fatih


Muhammad Al Fatih merupakan pemuda yang mampu mewujudkan salah satu bisyaroh nubuwah. Kisah perjuangannya mampu menjadi inspirasi bagi para pejuang tegaknya syariat Islam dan khilafah dalam mewujudkan janji Allah dan bisyaroh nubuwah. Ada beberapa ibroh yang bisa kita ambil dari kisah selama hidupnya.

Rabu, 22 Juni 2011

Abul Wafa Al-Buzjani

Ahli matematika Muslim fenomenal di era keemasan Islam ternyata bukan hanya Al-Khawarizmi. Pada abad ke-10 M, peradaban Islam juga pernah memiliki seorang matematikus yang tak kalah hebat dibandingkan Khawarizmi. Matematikus Muslim yang namanya terbilang kurang akrab terdengar itu bernama Abul Wafa Al-Buzjani. “Ia adalah salah satu matematikus terhebat yang dimiliki perabadan Islam,” papar Bapak Sejarah Sains, George Sarton dalam bukunya bertajuk Introduction to the History of Science.