Pages

Rabu, 09 Maret 2011

Anak-anak, jawaban besar atas perubahan

Mama, kok papa g ada? Nanti jemput aku di sebrang ya..”, suara kecil ditengah-tengah keramaian. Waktu menunjukkan pukul 12.07 menuju azdan dzuhur. Di depan sebuah sekolah di kawasan Jakarta Selatan, seorang anak perempuan kira-kira kelas tiga atau empat SD. Ditangannya ada sebuah benda berwarna merah jambu. Dengan tombol ‘qwerty’nya, alat itu digunakan untuk menghubungi mamanya. Wow, sangat mengejutkan, mengingat seorang mahasiswa yang berada di tempat yang sama, sambil menunggu adiknya, hanya mempunyai sebuah handphone kusam dengan tebal bak ulekan sambel.

Takut Atasan Tak Takut Tuhan

Manusia akan selalu butuh, butuh pertolongan dari Tuhan dan bantuan dari sesamanya. Manusia selalu berinteraksi terlebih dalam kehidupan yang terus tumbuh bagai pohon yang semakin menyebarkan akarnya segala penjuru. Interkasi yang semakin kompleks dalam kehidupan yang terus maju seharusnya tidak membuat manusia lupa akan hakekat dirinya sebagai makhluk ciptaan Sang Khalik. Manusia adalah makhluk pilihan, bahkan terpilih sebagai khlifah. Sebuah amanah yang gunung pun tak sanggup memikulnya. Akan tetapi,apakah kita masih ingat akan amanah yang luar biasa ini? Kebutuhan dan keingingan yang terus diboncengi hawa nafsu membuat manusia lupa. Interaksi yang dilakukan pun hanya mengekor pada sistem, padahal kita bisa membuat sistem yang akan selalu ingat pada-Nya.

Sabtu, 26 Februari 2011

Belajar Salah Karena Salah Belajar

“Berantas korupsi!”, gemuruh suara hati rakyat dalam penantian panjang setiap kebijakan pemerintah. Tak lekang kritik dan makian terlontar dari jalan kepada Senayan dan Istana. Tak tinggal diam, dalam perjalanannya yang kedua ini, pemerintah memutar otak dan menggiring opini dengan beragam program “unggulan” dan “wah” sehingga, mungkin, bisa menentramkan hati rakyat. Kasus demi kasus pun menjadi bumbu indah media. Momentum Hari Antikorupsi se-Dunia pun menjadi waktu yang tepat untuk mengutarakan semuanya. Buruh hingga politikus berbicara. Mulai dari pentas musik hingga demonstrasi ricuh. Lalu, bagaimana cara memaknai hari antikorupsi? Apa kontribusi yang dapat kita, sebagai mahasiswa, lakukan dalam rangka hari antikorupsi?

Mahasiswa sebagai poros pergerakan perubahan seharusnya sadar terhadap tanggung jawab besar yang dipikulnya. Pergerakan mahasiswa tidak dapat dibatasi hanya pada teori dan buku-buku tebal. Lebih daripada itu, potensi kita untuk mengubah bangsa ini lebih besar.

Jumat, 11 Februari 2011

Hipnotis Dunia akhir 2010

Satu bulan lebih telah kita lalui sebuah moment yang mungkin diantara kita sekalian merayakannya. Sebuah perayaan yang telah berlangsung ribuan tahun, bahkan tanpa tahu berasal dari mana budaya itu berasal. Tahun baru, sebuah perayaan yang telah menguras dana yang sangat banyak. Habis dalam semalam hilang tanpa bekas. Jika ditanya kebaikannya, mereka hanya bilang semoga tahun ini lebih baik, semoga blablabla. Lalu apakah sebuah hal yang baik bisa dimulai dari kesia-siaan, rasa takabur dan kecintaan yang sangat akan dunia?

Jumat, 31 Desember 2010

Ayo bangun indonesia ku, kamu, dan dia!

Indonesia tanah air beta, Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata

Indonesia negeri yang dahulu (katanya) diagung-agungkan dan disanjung. Negeri yang penuh dengan begitu banyak anugrah yang melimpah ruah. Negeri yang mendapat julukan sebagai surga dunia yang penuh dengan orang sopan dan alamnya yang indah. Tapi apakah itu negeri ku saat ini? Melihat beberapa peristiwa belakangan ini tersibak dalam pikir mengenai negeri dan bangsaku ini. Ya, bangsa yang gagah, yang sanggup arungi luas samudra, sopan, dan santun. Jika memang bangsaku yang santun dan memiliki alam indah lalu bangsa apa yang kulihat waktu itu? watak siapakah ini?

Rabu, 22 Desember 2010

Kita Mahasiswa Negeri ini(?)

Negeri indah, Indonesiaku, Negeri para pejuang kejayaan, kebanggan, kehormatan, dan kesejahteraan. Negeri para pejuang mimpi ataukah negeri para pemimpi? Ya, negeri indah ini mungkin sudah tak seindah dahulu, negeri yang penuh dengan pejuang mimpi yang luar biasa kini menjadi negeri mimpi yang entah tercapai atau tidak. Jika aku, kau, atau kita cinta negeri ini cobalah sedikit renungi untuk bangsa ini. Negeri yang katanya mimpi seperti sebuah negara adi kuasa layaknya amerika dengan ‘air force one’nya, tak sadarkah dengan saudara-saudara(rakyat) kita yang masih harus mempertahankan hidupnya tiap detik tanpa tahu apakah masih ada hari esok, mungkin “pejabat” kita sudah lupa jika pendapatan Negara kita seperti apa. Mungkin (rakyat)Negara ini bangga atau terlalu bangga bahwa presiden Negara adi kuasa itu pernah sekolah disini? Memang hal itu akan mengubah sesuatu? Memangnya obama dan kongres amerika bodoh? hanya dengan alasan itu bisa mengubah sebuah kebijakan? Negeri kita yang sangat optimis atau lupa berpikir sehingga berani bersaing dengan raksasa yang baru tidur (china). Lupakah jika dari mainan yang beracun, alat elektronik, hingga jarum pentul dan tusuk gigi pun berasal dari Negara tirai bambu itu? Dari kita bangun tidur hingga tidur, hitunglah semua benda yang ada disekitar kita yang mengelilingi hidup kita, berapa benda yang benar-benar murni buatan Negara ini? Ya, itu semua hanya sedikit pematik dalam pikir. Akan tetapi, ternyata tidak hanya itu, coba lagi ingat sebuah perilaku yang “membanggakan” ataukah “sudah biasa” dilakukan? Korupsi, sebuah kata kecil yang saat ini nenek-nenek berjenggot pun tahu, sebuah penyakit yang sudah ada sejak jamannya empu gandring main gundu. Yang jelas, penyakit, kebiasaan atau apalah namanya ini harus dilawan.