Pages

Minggu, 29 Mei 2011

Mengenang Wasiat Sang Pembebas

-->
29 Mei?? Hari jadi siapa? Hari ini sebuah kota terkenal dan legendaris merayakan hari jadinya. Sebuah kota yang menjadi penyambung sejarah dan dua dunia. Islambul, kota megah lambang kebesaran kekhalifan Turki Utsmani. Nama ini diberikan oleh Sultan Muhammad Al Fatih, pemuda yang mampu mewujudkan salah satu bisyaroh nubuwah. Pemuda ini mampu menundukkan sebuah kota yang didirikan sejak abad ke-7 SM, Konstantinopel. Islambul didirikan diatas Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi yang memang diidam-idamkan oleh banyak bangsa, Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab (Muslim), dan Pasukan Salib (meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem). Maka tak salah juga pernyataan Napoleon Bonaparte “Jika di dunia ada satu negara maka konstantinopel itu ibu  kotanya”.

Senin, 04 April 2011

Bekerja dalam Islam

Ilustrasi dari cerita fiksi tentang seorang ibu yang sulit bersyukur adalah gambaran kondisi masyarakat saat ini. Banyak saudara kita yang lupa akan bersyukur. Orang bekerja dan bergerak hanya didasarkan atas kebutuhan pribadi semata tanpa berfikir lebih jauh lagi. Jika ia tidak butuh, maka hilang semua motivasi akan bergerak dalam tataran kebaikan dan memberikan segalanya secara maksimal. Bersyukur bukan hanya apa yang diucapkan oleh bibir atau sekedar berkata Alhamdulillah. Namun, lebih luas dari itu. Sikap bersyukur harus melebur dalam kehidupan dan memengaruhi bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Sikap bersyukur itu wajib bagi setiap manusia, bahkan Allah membenci makhluk yang kufur akan nikmat-Nya.

Jumat, 01 April 2011

Nikmat, Syukur, dan Bekerja

Manusia sebagai makhluk yang diciptakan secara sempurna memiliki tanggung jawab besar dimuka bumi. Allah telah menganugrahkan begitu banyak karunia-Nya kepada manusia. Lalu, apakah semua itu didapatkan secara cuma-cuma? Mahasuci Allah yang telah memberikan hati kepada manusia sehingga manusia dapat merasakan apa yang ada dan peka terhadap lingkungan. Dengan hati itu pula manusia dapat menentukan setiap tindakannya atas segala nikmat dan karunia yang luar biasa itu. Atas nikmat-nikmat itu Allah tidak menuntut banyak atas sikap manusia, hanya sebuah kata, bersyukur. Dengan bersyukur segala menjadi indah dan cukup. Dengan bersyukur itu, kita juga akan merasa nyaman akan apa yang kita kerjakan dan dimana kita ‘saat ini’ berada. Bukankah Allah telah berulang kali menyinggung manusia akan kesombongan manusia yang tidak bersyukur di dalam Al-quran? Banyak surah yang didalamnya berisikan singgungan terhadap orang-orang yang kufur akan nikmat-Nya. Bahkan, Allah menciptakan sebuah surah khusus yang didalamnya dikisahkan, sedikit dari begitu banyaknya, nikmat Allah yang diberikan dan Allah mengulang-ulang ayat didalamnya. Hal ini mengingatkan kepada urgensi dari sikap bersyukur yang dapat dikatak sebagai bayaran atas semua nikmat yang kita peroleh.
  فَبِأَيِّ آلا ءِرَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

‘Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?’

Rabu, 09 Maret 2011

Anak-anak, jawaban besar atas perubahan

Mama, kok papa g ada? Nanti jemput aku di sebrang ya..”, suara kecil ditengah-tengah keramaian. Waktu menunjukkan pukul 12.07 menuju azdan dzuhur. Di depan sebuah sekolah di kawasan Jakarta Selatan, seorang anak perempuan kira-kira kelas tiga atau empat SD. Ditangannya ada sebuah benda berwarna merah jambu. Dengan tombol ‘qwerty’nya, alat itu digunakan untuk menghubungi mamanya. Wow, sangat mengejutkan, mengingat seorang mahasiswa yang berada di tempat yang sama, sambil menunggu adiknya, hanya mempunyai sebuah handphone kusam dengan tebal bak ulekan sambel.

Takut Atasan Tak Takut Tuhan

Manusia akan selalu butuh, butuh pertolongan dari Tuhan dan bantuan dari sesamanya. Manusia selalu berinteraksi terlebih dalam kehidupan yang terus tumbuh bagai pohon yang semakin menyebarkan akarnya segala penjuru. Interkasi yang semakin kompleks dalam kehidupan yang terus maju seharusnya tidak membuat manusia lupa akan hakekat dirinya sebagai makhluk ciptaan Sang Khalik. Manusia adalah makhluk pilihan, bahkan terpilih sebagai khlifah. Sebuah amanah yang gunung pun tak sanggup memikulnya. Akan tetapi,apakah kita masih ingat akan amanah yang luar biasa ini? Kebutuhan dan keingingan yang terus diboncengi hawa nafsu membuat manusia lupa. Interaksi yang dilakukan pun hanya mengekor pada sistem, padahal kita bisa membuat sistem yang akan selalu ingat pada-Nya.

Sabtu, 26 Februari 2011

Belajar Salah Karena Salah Belajar

“Berantas korupsi!”, gemuruh suara hati rakyat dalam penantian panjang setiap kebijakan pemerintah. Tak lekang kritik dan makian terlontar dari jalan kepada Senayan dan Istana. Tak tinggal diam, dalam perjalanannya yang kedua ini, pemerintah memutar otak dan menggiring opini dengan beragam program “unggulan” dan “wah” sehingga, mungkin, bisa menentramkan hati rakyat. Kasus demi kasus pun menjadi bumbu indah media. Momentum Hari Antikorupsi se-Dunia pun menjadi waktu yang tepat untuk mengutarakan semuanya. Buruh hingga politikus berbicara. Mulai dari pentas musik hingga demonstrasi ricuh. Lalu, bagaimana cara memaknai hari antikorupsi? Apa kontribusi yang dapat kita, sebagai mahasiswa, lakukan dalam rangka hari antikorupsi?

Mahasiswa sebagai poros pergerakan perubahan seharusnya sadar terhadap tanggung jawab besar yang dipikulnya. Pergerakan mahasiswa tidak dapat dibatasi hanya pada teori dan buku-buku tebal. Lebih daripada itu, potensi kita untuk mengubah bangsa ini lebih besar.

Jumat, 11 Februari 2011

Hipnotis Dunia akhir 2010

Satu bulan lebih telah kita lalui sebuah moment yang mungkin diantara kita sekalian merayakannya. Sebuah perayaan yang telah berlangsung ribuan tahun, bahkan tanpa tahu berasal dari mana budaya itu berasal. Tahun baru, sebuah perayaan yang telah menguras dana yang sangat banyak. Habis dalam semalam hilang tanpa bekas. Jika ditanya kebaikannya, mereka hanya bilang semoga tahun ini lebih baik, semoga blablabla. Lalu apakah sebuah hal yang baik bisa dimulai dari kesia-siaan, rasa takabur dan kecintaan yang sangat akan dunia?